SELAMAT DATANG DI BLOG SAHRUL

Kamis, 09 Juni 2011

Profile Karawang

Sekitar Abad XV Masehi, Agama Islam masuk ke Karawang yang dibawa oleh ulama besar Syeikh Hasanudin bin Yusup Idofi dari Champa yang terkenal dengan sebutan Syeikh Quro. Pada masa itu daerah Karawang sebagian besar masih merupakan hutan belantara dan berawa-rawa.

Keberadaan daerah Karawang yang telah dikenal sejak Kerajaan Pajajaran yang berpusat di Daerah Bogor, karena Karawang pada masa itu merupakan jalur lalu lintas yang sangat penting untuk menghubungkan Kerajaan Pakuan Pajajaran dengan Galuh Pakuan yang berpusat di Daerah Ciamis.

Luas Wilayah Kabupaten Karawang pada saat itu, tidak sama dengan luas Wilayah Kabupaten Karawang pada masa sekarang. Pada waktu itu luas Wilayah Kabupaten Karawang meliputi Bekasi, Purwakarta, Subang dan Karawang sendiri .

Setelah Kerajaan PaJajaran runtuh pada tahun 1579 Masehi, pada tahun 1580 Masehi berdiri Kerajaan Sumedanglarang sebagai penerus Kerajaan Pajajaran dengan Rajanya Prabu Geusan Ulun. Kerajaan Islam Sumedanglarang, pusat pemerintahannya di Dayeuhluhur dengan membawahi Sumedang, Galuh, Limbangan,Sukakerta dan Karawang.

Pada tahun 1608 Prabu Geusan Ulun wafat dan digantikan oleh putranya Ranggagempol Kusumahdinata. Pada masa itu di Jawa Tengah telah berdiri Kerajaan Mataram dengan Rajanya Sultan Agung (1613 - 1645). Salah satu cita-cita Sultan Agung pada masa pemerintahannya adalah dapat menguasai Pulau Jawa dan mengusir Kompeni (Belanda) dari Batavia.

Ranggagempol Kusumahdinata sebagai Raja Sumendanglarang masih mempunyai hubungan keluarga dengan Sultan Agung dan mengakui kekuasaan Mataram. Maka pada Tahun 1620, Ranggagempol Kusumahdinata menghadap ke Mataram dan menyerahkan kerajaan Sumedanglarang di bawah naungan Kerajaan Mataram.

Ranggagempol Kusumahdinata oleh Sultan Agung diangkat menjadi Bupati (Wadana) untuk tanah Sunda dengan batas-batas wilayah disebelah Timur Kali Cipamali, disebelah Barat Kali Cisadane, disebelah Utara Laut Jawa, dan disebelah Selatan Laut Kidul.

Pada Tahun 1624 Ranggagempol Kusumahdinata wafat, dan sebagai penggantinya Sultan Agung mengangkat Ranggagede, Putra Prabu Geusan Ulun.

Ranggagempol II, putra Ranggagempol Kusumahdinata yang semestinya menerima tahta kerajaan, merasa disisihkan dan sakit hati. Kemudian beliau berangkat ke Banten untuk meminta bantuan Sultan Banten agar dapat menaklukkan Kerajaan Sumedanglarang dengan imbalan apabila berhasil, maka seluruh wilayah kekuasaan Sumedanglarang akan diserahkan kepada Banten.

Sejak itu banyak tentara Banten yang dikirim ke Karawang terutama di sepanjang Sungai Citarum, di bawah Pimpinan Sultan Banten bukan saja untuk memenuhi permintaan Ranggagempol II, Tetapi merupakan awal usaha Banten untuk menguasai Karawang sebagai persiapan merebut kembali pelabuhan Banten yang telah dikuasai oleh Kompeni (Belanda), yaitu pelabuhan Sunda Kelapa.

Masuknya tentara Banten ke Karawang beritanya telah sampai ke Mataram. Pada Tahun 1624, Sultan Agung mengutus Surengrono (Aria Wirasaba) dari Mojo Agung, Jawa Timur untuk berangkat ke Karawang dengan membawa 1000 Prajurit dengan keluarganya, dari Mataram melalui Banyumas dengan tujuan untuk membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik dengan membangun gudang-gudang beras dan meneliti rute penyerangan Mataram ke Batavia.

Langkah awal yang dilakukan Aria Surengrono adalah dengan mendirikan 3 (tiga) Desa yaitu Waringinpitu (Telukjambe), Desa Parakansapi (di Kecamatan Pangkalan yang sekarang telah terendam Waduk Jatiluhur) dan Desa Adiarsa (Sekarang ternlasuk di Kecamatan Karawang Barat), dengan pusat kekuatan di ditempatkan di Desa Waringinpitu.

Karena jauh dan sulitnya hubungan antara Karawang dengan Mataram, Aria Wirasaba belum sempat melaporkan tugas yang sedang dilaksanakan kepada Sultan Agung. Keadaan ini menjadikan Sultan Agung mempunyai angqapan bahwa tuqas yang diberikan kepada Aria Wirasaba gagal dilaksanakan.

Demi menjaga keselamatan Wilayah Kerajaan Mataram sebelah barat, pada tahun 1628 dan 1629, bala tentara Kerajaan Mataram diperintahkan Sultan Agung untuk melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Namun serangan ini gagal disebabkan keadaan medan yang sangat berat. Sultan Agung kemudian menetapkan Daerah Karawang sebagai pusat logistik yang harus mempunyai pemerintahan sendiri dan langsung berada dibawah pengawasan Mataram serta harus dipimpin oleh seorang pemimpin yang cakap dan ahli perang sehingga mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun pesawahan guna mendukung pengadaan logistik dalam rencana penyerangan kembali terhadap VOC (belanda) di Batavia.

Pada tahun 1632, Sultan Agung mengutus kembali Wiraperbangsa Sari Galuh dengan membawa 1.000 prajurit dengan keluarganya menuju Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik sebagai bahan persiapan melakukan penyerangan terhadap VOC (Belanda) di Batavia, sebagaimana halnya tugas yang diberikan kepada Aria Wirasaba yang dianggap gagal.

Tugas yang diberikan kepada Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik dan hasilnya langsung dilaporkan kepada Sultan Agung. Atas keberhasilannya Wiraperbangsa oleh Sultan Agung dianugrahi jabatan Wedana (Setingkat Bupati) di Karawang dan diberi gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah sebilah keris yang bernama "Karosinjang".

Setelah penganugrahan gelar tersebut yang dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa bermaksud akan segera kembali ke Karawang, namun sebelumnya beliau singgah dahulu ke Galuh untuk menjenguk keluarganya.Atas takdir IIlahi Beliau kemudian wafat saat berada di Galuh.

Setelah Wiraperbangsa Wafat, Jabatan Bupati di Karawang dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa dengan gelar Adipati Kertabumi IV yang memerintah pada tahun 1633-1677.

Pada abad XVII kerajaan terbesar di Pulau Jawa adalah Mataram, dengan raja yang terkenal yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo. la tidak menginginkan wilayah Nusantara diduduki atau dijajah oleh bangsa lain dan ingin mempersatukan Nusantara.

Dalam upaya mengusir VOC yang telah menanamkan kekuasaan di Batavia, Sultan Agung mempersiapkan diri dengan terlebih dahulu menguasai daerah Karawang, untuk dijadikan sebagai basis atau pangkal perjuangan dalam menyerang VOC.

Ranggagede diperintahnya untuk mempersiapkan bala tentara/prajurit dan logistik dengan membuka lahan-Iahan pertanian, yang kemudian berkembang menjadi lumbung padi.

Tanggal 14 September 1633 Masehi, bertepatan dengan tanggal 10 Maulud 1043 Hijriah, Sultan Agung melantik Singaperbangsa sebagai Bupati Karawang yang pertama, sehingga secara tradisi setiap tanggal 10 Maulud diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Karawang.

Berawal dari sejarah tersebut dan perjuangan persiapan proklamasi kemerdekaan RI, Karawang lebih dikenal dengan julukan sebagai kota pangkal perjuangan dan daerah lumbung padi Jawa Barat.

Senin, 06 Juni 2011

Sayuran Buah Murah yang Menyehatkan

DADANG SUTARJAN/"PRLM"LABU siam (Sechium edule reinw) sudah lama dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sayur lodeh, oseng-oseng, sayur asam, atau sayur bersantan. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap sebagai teman makan nasi.
Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Orang Sunda menamakannya waluh siem dan orang Jawa mengenalnya sebagai jipang. Sementara di dunia internasional biasa disebut chayote.
Tumbuhan ini ditanam orang di ladang atau di halaman rumah. Batangnya menjalar dan melilit sehingga perlu ditanam berdekatan dengan pohon lain atau disediakan punjung-punjung agar batangnya dapat melilit. Meski bernama labu siam, tanaman ini asli Amerika Selatan, daunnya berbentuk lekuk tangan, sedangkan buahnya berbentuk genta.
Labu siam banyak manfaatnya bagi kesehatan manusia. Sayuran yang murah harganya ini merupakan makanan sehat buat jantung, mampu menangkal kanker, dan sangat baik bagi wanita hamil. Berikut manfaat labu siam untuk mengatasi beberapa penyakit.
Cegah kanker: buah labu siam memiliki kadar serat yang cukup baik, yaitu 1,7 g per 100 g. Konsumsi serat dalam jumlah yang cukup sangat baik untuk mengatasi sembelit dan aman untuk lambung yang sensitif atau radang usus. Serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit kanker yang disebabkan sistem pencernaan yang tidak sempurna. Dengan mengkonsumsi rutin makanan olahan labu siam, mampu menekan risiko kaker.
Makanan baik wanita hamil: asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena dapat mengurangi risiko kelahiran bayi cacat. Konsumsi asam folat yang rendah pada ibu hamil berhubungan erat dengan berat bayi lahir rendah dan kejadian neural tube defects (gangguan otak). Kandungan asam folat pada buah labu siam juga cukup baik, yaitu 93 mkg per 100 g. Konsumsi 100 gram labu siam setiap hari cukup untuk memenuhi 23,25 persen kebutuhan tubuh akan asam folat.
Cegah hipertensi: buah labu siam juga kaya akan Kalium. Kalium berguna bagi tubuh untuk mengendalikan tekanan darah, terapi darah tinggi, serta membersihkan karbondioksida di dalam darah. Kalium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul saraf. Kalium yang tinggi juga akan memperlancar pengiriman oksigen ke otak dan membantu memperlancar keseimbangan cairan, sehingga tubuh menjadi lebih segar. Untuk itu, penderita tekanan darah tinggi baik secara rutin mengkonsumsi labu siam.
Turunkan kolesterol: buah labu siam juga mengandung komponen vitamin yang cukup tinggi. Niasin merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang disebut sebagai vitamin B3, berfungsi untuk menurunkan produksi VLDL (very low density lipoprotein) di dalam hati, sehingga produksi kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida dapat menurun. Mengkonsumsi rutin berbagai olahan labu siam sangat baik untuk menurunkan kolesterol.
Atasi asam urat: Labu siam juga sangat baik bagi penderita asam urat. Efek diuretik dari labu siam akan melancarkan pembuangan air kecil, sehingga kelebihan asam urat dapat segera dikeluarkan dari dalam tubuh.
Diabetes mellitus: labu siam juga baik bagi penderita diabetes. Hal itu disebabkan pada labu siam terdapat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga penderita diabetes tidak perlu mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan. Konsumsi rutin labu siam yang telah dikukus, karena kandungan patinya mengenyangkan.
Gusi Berdarah: Parut labu siam secukupnya, beri dua sendok air matang dan satu sendok madu, minum 3 kali sehari, untuk menyembuhkan sariawan, makan sebagai lauk setelah dikukus atau direbus.
Tumit Hitam: getah labu siam, dioleskan di tempat tersebut, biarkan hingga kering setelah itu dicuci tumit hingga bersih. (Ki Suta)***

Sabtu, 04 Juni 2011

APJATI Dukung Hasil SOM RI dan Arab Saudi Soal TKI

JAKARTA, (PRLM).- Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) mendukung hasil perundingan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting/SOM) Indonesia dan Saudi Arabia yang memberi perlindungan lebih konkret. Hal itu antara lain mengharuskan majikan melindungi TKI melalui program asuransi di negara itu.
"Apjati mengapresiasi semua hasil perundingan yang diselenggarakan di Saudi baru-baru ini," kata Sekjen Apjati Rusjdi Basalamah di Jakarta, Sabtu (4/6).
"Kita mengapresiasi langkah-langkah pemerintah RI yang memprioritaskan perlindungan TKI kita di Saudi, dan mendesak agar Deplu melalui KBRI dan KJRI segera melaksanakan legalisasi PK (perjanjian kerja) sebagaimana hasil kesepakatan dengan Pemerintah Kerajaan Saudi," kata Rusjdi melanjutkan.
Penyegeraan itu, ujar dia, akan memberi kepastian bagi majikan untuk bisa merekrut TKI dan bekerja di rumahnya. Sementara bagi perusahaan jasa TKI dan mitranya di Saudi mendapat kepastian waktu untuk mengurus administrasinya, seperti pelatihan, visa, fiskal dan lainnya.
Kesepakatan yang mengharuskan majikan mengikutsertakan TKI informal yang direkrutnya dalam program asuransi merupakan langkah bijak yang perlu dikawal bersama agar para TKI mendapat perlindungan yang maksimal. "Semoga kesepakatan itu menjadi langkah perbaikan yang siginifikan atas perlindungan TKI selama bekerja di Saudi," kata Rusjdi.
Sebelumnya, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat berhasil membuat kesepakatan dengan delegasi Arab Saudi untuk membuat perjanjian tertulis (MoU) perlindungan TKI yang akan rampung paling lambat enam bulan. Working Group (Kelompok kerja bersama) kedua negara akan menyusun naskah MoU secepatnya.
Mengenai perlindungan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan menunjuk perusahaan asuransi lokal dengan sepengetahuan KBRI dan atau KJRI di Saudi.
Indonesia telah memperketat penempatan TKI ke negara itu disamping minat calon tenaga kerja informal ke negara itu menurun menyusul sejumlah kasus yang menimpa penatalaksana rumah tangga (PRT) Indonesia di sana.
KBRI di Arab Saudi beberapa waktu lalu mensyaratkan majikan dan TKI harus menandatangani PK di KBRI yang isinya antara lain, kewajiban majikan memuat foto, denah rumah, peta rumah, dan slip gaji calon majikan. Hasil SOM sepakat memasukkan ketentuan tersebut dalam pengajuan asuransi TKI. (A-78/kur)***

Jumat, 03 Juni 2011

P2TP2A Berhasil Jemput Korban Trafficking di Kuching

RAYADIE/"PRLM"SUKABUMI, (PRLM).- Yanti (36) warga Kampung Gunung Guruh, Desa Cibentang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi diduga menjadi korban perdagangan manusia (trafficking). Ibu rumah tangga itu, berhasil dijemput tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/6), setelah dua hari sebelumnya sempat menginap di kantor P2TP2A Jawa Barat di Bandung.
Korban berhasil dijemput tim P2TP2A Jabar di kantor Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Kuching, Malaysia setelah berhasil melarikan diri dari majikannya. Selain korban sempat mengalami siksaan fisik, juga diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya.
“Selain tidak diberi gaji selama setahun bekerja disana. Saya setiap hari hanya diberi makan sisa yang telah basi. Padahal saya bekerja mulai dari pagi hari hingga tengah malam,” kata Yanti kepada PRLM, Kamis (2/6). (A-162/das)***

Selasa, 31 Mei 2011

RI-Arab Saudi Capai Kesepakatan


Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi membuat perundingan setingkat pejabat tinggi negara terkait ketenagakerjaan dengan negara lain.
Jumat, 27 Mei, lalu di Jeddah, Arab Saudi, digelar Pertemuan Antar Pejabat Tinggi Pemerintah Indonesia-Arab Saudi atau Senior Official Meeting (SOM) yang membahas persoalan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tersebut. Pertemuan tersebut berhasil membuahkan kesepakatan penting dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang akan ditandatangani enam bulan mendatang.
“Kesepakatan mengenai adanya MoU akan diselesaikan untuk dapat ditandatangani pemerintah Indonesia dan Arab Saudi selambat-lambatnya enam bulan ke depan,” papar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat, Minggu, 29 Mei.
Menurut Jumhur, usai kesepakatan adanya MoU, kedua delegasi menuangkan pernyataan bersama berupa Statement of Intent atau Letter of Intent (pernyataan persetujuan). Isinya, menindaklanjuti kesepakatan adanya “MoU dengan membentuk tim kerja masing-masing delegasi untuk menyiapkan materi MoU. Selain itu, juga disepakati pembentukan tim kerja gabungan dari kedua delegasi untuk merumuskan materi MoU sebelum ditandatangani dalam masa enam bulan tersebut.
Kesepakatan tersebut, lanjut dia, membahas berbagai masalah dalam penempatan dan perlindungan TKI di Arab Saudi. Kedua belah pihak pun setuju akan mengurangi tingkat risiko maupun jumlah permasalahan TKI, sehingga pembenahan pelayanan TKI yang bermartabat dapat dicapai khususnya oleh kedua negara.
Jumhur menguraikan, penempatan TKI informal ke Arab Saudi yang mayoritas Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) tergolong besar, yakni sekitar 20 ribu per bulan, setelah Malaysia yaitu 25 ribu per bulan. Sementara jumlah seluruh TKI di Arab Saudi saat ini mencapai 1,5 juta. Sebagian diantaranya kerap mengalami permasalahan. Di antaranya, gaji tidak dibayar, menjadi korban kekerasan, pelecehan seksual, pemutusan hubungan kerja sepihak, dan lain sebagainya.

Indonesia, Arab Saudi Samakan Persepsi Tentang TKI


Pelaksanaan pertemuan pejabat tinggi pemerintah Indonesia dan kerajaan Arab Saudi atau Senior Official Meeting (SOM) dapat digunakan untuk menyamakan persepsi kedua negara tentang perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di negara itu.
“Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi menekankan agar pertemuan nanti dapat menghasilkan persamaan persepsi dalam koridor perlindungan TKI dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang terkait dengan masalah ketenagakerjaan di Arab Saudi,” kata Kepala Pusat Humas Kemenakertrans Suhartono dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (26/5).
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar disebut Suhartono berharap pertemuan bilateral itu akan meningkatkan kualitas pelayanan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi. Rencananya pertemuan pemerintah RI dan Arab Saudi akan dilaksanakan di Jeddah pada 28-29 Mei 2011.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat memimpin Delegasi RI sedangkan delegasi Pemerintah Arab Saudi akan dipimpin Menteri Tenaga Kerja Adel Mohammad Fakeih. “Menakertrans telah memberikan arahan kepada anggota Delegasi agar pertemuan ini dapat menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan penempatan dan perlindungan TKI serta mempererat hubungan bilateral kedua negara,” kata Suhartono.
“Pihak Delegasi RI pun akan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan pembenahan penempatan dan perlindungan TKI di dalam negeri dengan menyempurnakan sistem ,mekanisme dan kelengkapan dokumen pemberangkatan TKI,” kata Suhartono.
Anggota delegasi pemerintah RI di antaranya Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu Lutfi Rauf, Pelaksana Tugas Direktorat Jenderal Binapenta Kemenakertrans Reyna Usman, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Tatang B. Razak, Deputi Penempatan BNP2TKI Ade Adam Noch, Deputi Perlindungan BNP2TKI Lisna Yoeliani Poeloengan, dan beberapa pejabat ketiga instansi tersebut.

Jumat, 20 Mei 2011

Petani Karawang Waspada Ancaman Kekeringan KAMIS, 19/05/2011 - 18:35

KARAWANG, (PRLM).- Meski curah hujan masih turun, namun petani di Kabupaten Karawang tetap harus waspada terhadap prediksi kekeringan dan kekurangan air yang akan terjadi. Pasalnya, hingga saat ini, Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur yang menjadi sumber air irigasi pertanian di Karawang masih berada dibawah normal.
"Memang hujan masih sering turun, namun itu tidak menambah TMA di Waduk Jatiluhur. Oleh karena itu, kami masih tetap mengingatkan petani untuk waspada ancaman kekurangan air," ucap Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Karawang, Ndjam Djamzir, Kamis (19/5).
Saat ini gilir giling air yang diberlakukan Perum Jasa Tirta II untuk membagi rata air di seluruh kecamatan di Karawang memang sudah dirasakan dampaknya bagi petani. "Namun, akan lebih baiknya jika petani secepatnya melakukan penanaman musim gadu dengan memanfaatkan air hujan yang masih turun, karena puncak kekeringan diprediksi justru bukan Juli-Agustus," katanya.
Jika bisa mempercepat musim tanam, kata Ndjam, penen musim gadu akan bisa dilakukan sebelum puncak kekeringan datangsehingga tidak akan sampai menyebabkan gagal panen karena kekrungan air. "Kami juga meminta Pemkab Karawang segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak sehingga memperlancar laju air pada saat sistem gilirgiling air diberlakukan," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Sekda Kab. Karawang, Imam Sumantri. Mengantisipasi cauca yang tidak menentu dan ketersedian air yang diprediksi akan terganggu akibat cadangan air di Waduk Jatiluhur yang menyusut, membuat Pemkab Karawang mencanangkan penanaman padi untuk musim gadu lebih awal.
"Sesuai hasil rapat Komisi Irigasi se-wilayah Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (BKPP) II Purwakarta dan informasi dari PJT II Jatiluhur, tinggi permukaan air waduk jatiluhur saat ini terus menurun, sehingga dapat mengakibatkan kurang lebih 10 persen luas areal pertanaman padi yang tidak terairi secara normal," ucapnya.
Untuk itu, kata Imam, Pemkab merasa perlu mengambil langkah antisipatif yang harus dilaksanakan, diantaranya percepatan pengolahan tanah, semai dan tanam, mengimbau petani melaksanakan efisiensi air penghematan pemakaian air, melaksanakan pola gilir giring
"Dan pemanfaatan saluran-saluran pembuang melalui pompanisasi. Selain itu, juga tidak lepas penyuluhan yang berkelanjutan di desa-desa untuk mengawal keberhasilan tanam petani di Karawang pada musim gadu," katanya. (A-186/das)***

Selasa, 10 Mei 2011

Perlindungan TKI Harus Jadi Perhatian Utama


JAKARTA, (PRLM).- Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, mengingatkan, perlindungan TKI harus jadi perhatian utama. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama.
"Oleh karena itu, Indonesian Manpower Supplier for Saudi Arabian (IMSSA) sebagai konsorsium asosiasi Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) ke Arab Saudi yang baru dibentuk, dapat menjalin kerja sama perlindungan TKI dengan pihak asosiasi penyalur tenaga kerja asing yang ada di negara tersebut khususnya Saudi Arabian National Recruitment Comittee (SANARCOM)," kata Jumhur, saat bertemu jajaran pengurus IMSSA di kantor BNP2TKI, Jakarta, Selasa (10/5).
Hal itu , ujarnya, selain untuk mempermudah penerimaan TKI oleh para pengguna, juga dalam upaya meningkatkan perlindungan TKI di Arab Saudi. Dalam kesempatan itu, Ketua Konsorsium IMSSA, Ridho Hasan memaparkan program kerja IMSSA terkait perlindungan TKI untuk penempatan ke Arab Saudi.
Dikatakan Jumhur, meski perlindungan TKI di luar negeri merupakan peran utama Perwakilan RI dan BNP2TKI, namun IMSSA tidak boleh lepas tanggung jawab untuk melindungi para TKI yang ditempatkannya, sehingga bentuk perlindungan TKI oleh pemerintah dapat dilaksanakan secara terkoordinir melibatkan berbagai pihak.
“Karena itu, kerja sama yang erat antara IMSSA-SANARCOM sangat diperlukan agar TKI mendapatkan perlakukan perlindungan yang baik selama bekerja di Arab Saudi,” ujarnya.
Menurut Jumhur, proses penempatan calon TKI ke Arab Saudi oleh PPTKIS yang bernaung di bawah IMSSA juga perlu memenuhi ketentuan pemerintah baik standar pelatihan 200 jam melalui Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), pemeriksaan kesehatan calon TKI sesuai disyaratkan Sarana Kesehatan (Sarkes) TKI.
Selain itu, dari pelayanan rekrut dan dokumen calon TKI sejak dari Dinas Tenaga Kerja daerah, Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI), maupun dibekali Kartu Tenaga Kerja Luar negeri (KTKLN) yang dikeluarkan BNP2TKI. (A-78/A-147)***

Minggu, 08 Mei 2011

169 TKI Asal Karawang di Arab Saudi, Dideportasi


KARAWANG, (PRLM).- Sebanyak 169 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Karawang yang dideportasi dari Jeddah, Arab Saudi karena masalah overstayer, Minggu (8/5) secara bertahap tiba di Karawang. Dari jumlah tersebut, 152 orang diantaranya berusia dewasa, lima anak-anak dan terdapat delapan bayi.
Selain dari Arab Saudi, Malaysia juga melakukan deportasi kepada dua orang TKI asal Karawang. Untuk Provinsi Jawa Barat yang dideportasi Arab Saudi sebanyak 1.228 orang. TKI tersebut, merupakan sebagian besar dari jumlah 2.349 WNI dan TKI yang kebanyakan bermasalah melanggar batasan izin tinggal di Arab Saudi.
"Ada juga yang terlantar menjadi gelandangan karena kabur dari majikannya akibat kerap menjadi korban penganiayaan, pelecehan hingga gaji tidak dibayarkan." ucap Kepala Disnakertrans Kab. Karawang Banuara Nadeak
Banuara mengatakan mereka pulang ke Indonesia menumpang KM Labobar Pelni, dan berlabuh di Tanjung Priok, Rabu (4/5) pagi. Di hari yang sama, secara bertahap, TKI asal Karawang tiba di rumah masing-masing, diantar menggunakan armada pelayanan pemulangan TKI deportasi Arab Saudi.
Beberapa diantaranya,kata Banuara, ada yang di jemput oleh pihak keluarga. Namun, sebelumnya ratusan TKI asal Karawang, bersama ratusan TKI asal Jawa Barat lainnya, dari pelabuhan Tanjung Priok kemudian transit di Pemprov Jawa Barat di Bandung.
“Setelah dari Bandung, kemudian di kelompok-kelompokan sesuai dengan daerah asalnya. Kemudian para TKI itu di antar hingga rumahnya masing-masing, namun ada juga yang di jemput oleh pihak keluarganya,” katanya.
Dari dengan data Disnakertrans Karawang, hingga akhir Januari 2011 total warga Karawang yang bekerja ke luar negeri sebagai TKI sebanyak 1.515 orang.Dari jumlah 1.515 warga Karawang yang menjadi TKI tersebut, kebanyakan bekerja sebagai TKI di Saudi Arab dengan jumlah 1.374 orang. (A-186/das)***

Sering Akibatkan Kecelakaan Jembatan Penghubung Rawagempol-Sukatani Rusak, Berlubang dan Nyaris Roboh


KARAWANG, (PRLM).- Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Cilamaya Wetan, yaitu Desa Rawagempol dan Desa Sukatani Kondisinya memprihatinkan dan hampir roboh. Selain itu, warga seringkali mengeluhkan terjadi kecelakan di jembatan tersebut karena beberapa ruas jalan jembatan sudah berlubang.
"Jembatan ini sangat penting bagi akses kami. Pasalnya jika jemabtan ini sampai roboh maka Desa Rawagempol dapat terisolasi. Padahal selama ini, untuk akses ekonomi jembatan ini merupakan jalur perdagangan dari penggilingan padi dan Tempat Pelelangan Ikan(TPI) Rawagempol menuju Kecamatan Cilamaya," kata Anwar (45), warga setempat, Minggu.
Anwar mengatakan, kondisi jembatan semakin memburuk sejak tiga bulan terakhir. Dari panjang jembatan sekitar lima meter, satu meternya sudah berlubang dan puluhan kecelakaan pun sudah terjadi. "Dari motor yang oleng menghindari lubang sampai mobil yang pernah terjebak lubang jembatan. Ini kan membahayakan warga yang melintas," tuturnya.
Kesalahan warga mengenai jembatan tersebut, kata Anwar, selama ini hanya disampaikan ke dusun saja. Belum sampai ke kecamatan. Namun, warga berencana mengadukan persoalan ini ke kecamatan, Bahkan Pemkab Karawang agar segeara ada tanggapan berupa perbaikan.
"Selama ini untuk langkah antispatif, warga dengan swadaya melaukan penutupan lubang dengan pasir saja. Itupun tidak efektif karena seringnya dilintasi kendaraan pasir akan jatuh ke sungai. Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak ada cara lain lagi," ujarnya.
Kepala Desa Rawagempol, Jajat Sudrajat mengakui hal yang sama. Bahkan, penutupan pasir pada jembatan tersebut dapat membuat aliran sungaidiabwahnya tertutup. Padahal, air sungai tersebut juga merupakan aliran sungai yang penting untuk irigasi ratusan sawah di sekitar desa Rawagempol.
"Kami bingung menhadapi kerusakan jembatan ini. Satu sisi harus ditutp, sejauh ini dengan swadaya kami bisa menutup dengan pasir. Namun, di sisi lain penutupan apsir akan menyebabkan aliran air dibawahnya tersumbat," katanya. (A-186/das)***

Kamis, 28 April 2011

Seorang dari 87 Wanita Hamil yang Dipulangkan dari Jeddah Melahirkan di Kapal Motor

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Seorang dari 87 wanita hamil yang masuk dalam rombongan pemulangan 2.349 WNI/tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Jeddah, Arab Saudi, melahirkan bayi di kapal motor Labobar dalam pelayaran pulang ke Tanah Air. Bayi itu diberi nama Mohammad Safaruddin Labobar, kata petugas pendataan WNI/TKI dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Imam Bukhori dari kapal mengirimkan surat elektronik yang diterima di Jakarta, Senin malam.
Ia menyebutkan, ibu yang melahirkan itu bernama Nurdiana Binti Dirus Budimas (31 tahun) dan merupakan TKI penata laksana rumah tangga (PLRT) asal Hulu Sungai Tengah, Tapin Rantau, Kalimantan Selatan. Imam mengatakan Nurdiana melahirkan pada Minggu (24/4) pukul 09.30 waktu setempat saat kapal baru saja melewati Laut Merah, Teluk Aden, Yaman.
Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Jeddah pada Jumat (22/4) malam atau Sabtu (23/4) dinihari WIB, hingga Senin malam dilaporkan baru sampai perairan di dekat Pulau Socotra, Yaman. Imam menginformasikan suami Nurdiana, Mohammad Hasan masih bekerja di Mekkah sebagai sopir. Persalinan kelahiran Mohammad Safaruddin Labobar berjalan lancar, ditangani dokter Suryanto dari klinik kapal.
Kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat, kata Imam. Nurdiana merupakan TKI yang diberangkatkan oleh PT Abida Duta Utama pada 2009 dan ia mengalamai masalah yakni gajinya tidak dibayar majikan selama empat bulan kerja dari delapan bulan masa kerja. Nurdiana bekerja di keluarga Muhammad Abdul Khalik di Kota Jeddah.
Menurut Imam Bukhori, dari 2.349 WNI/TKI yang dipulangkan itu, sebagian besar WNI eks umroh dan TKI perempuan sedangkan sisanya terdiri atas 32 TKI laki-laki dan 169 anak-anak dan balita (sebelumnya dilaporkan sebanyak 122 anak-anak).

Rabu, 27 April 2011

HERBAL: Seledri Tanaman Rempah Penurun Tekanan Darah


DADANG SUTARJAN/"PRLM"SEBAGIAN besar orang mengenal seledri (Apium graveoleas) hanya sebagai rempah-rempah pelengkap dalam sayur sup. Selain untuk sup, tumbuhan berdaun keriting ini memang jarang digunakan. Seperti halnya jenis rempah-rempah lain yang tumbuh di Indonesia, seledri pun memiliki daya penyembuh. Umumnya daun dan tangkainya yang digunakan sebagai obat, sedangkan umbinya biasanya dibuang begitu saja.
Ada tiga macam varietas seledri, yaitu seledri air, seledri daun dan seledri umbi. Dari ketiga varietas tersebut, seledri daun yang paling banyak digunakan orang baik sebagai rempah-rempah maupun obat. Seledri air dan seledri umbi jarang ditanam di Indonesia. Seledri air hanya tumbuh di tanah pasir kasar dan kerikil halus yang dialiri air.
Varietas seledri yang paling banyak ditanam di Indonesia, adalah seledri daun. Seledri varietas ini gampang ditanam dan tidak membutuhkan media tanam khusus seperti halnya seledri air. Di tanah kering seledri daun dapat tumbuh subur dan menghasilkan daun yang besar-besar berwarna hijau tua dan berbau harum. Seledri daun dapat tumbuh subur dengan pupuk kotoran ayam.
Dalam dunia pengobatan tradisional, seledri digunakan sebagai obat luar dan obat dalam. Untuk mengetahui penyakit apa saja yang dapat diatasi menggunakan seledri, berikut beberapa ramuan yang Ki Suta dapatkan dari berbagai literature dan cerita orang-orang tua.
Tekanan darah tinggi: Haluskan satu genggam daun seledri, lalu tambahkan satu gelas air hangat. Aduk sampai merata dan kemudian disaring. Minumlah air saringan daun seledri ini dua kali sehari sampai sembuh.
Ada ramuan lain dari daun seledri yang juga bermanfaat mengatasi tekanan darah tinggi, yaitu menggunakan 50-100 gram seledri dan 500 gram labu bligo. Seledri dan labu bligo dijus, kemudian berikan pada penderita dua kali sehari setiap hari sampai tekanan darah turun.
Anda juga dapat menggunakan ramuan yang terdiri dari 50 gram seledri dan 100 gram lobak yang dijus atau menggunakan campuran seledri dan mentimun yang sebelumnya dijus secara terpisah.
Reumatik: Ambil satu tangkai daun seledri segar. Langsung dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.
Campak: 50 gram seledri, 60 gram wortel, 50 gram tebu dan 60 gram water chestnut. Tebu dibuang kulitnya dan semua bahan dicuci bersih, lalu dijus. Penderita cukup minum jus ini satu hari sekali.
Melancarkan peredaran darah: 100 gram seledri dan 100 gram wortel dijus. Berikan jus ini pada penderita sampai peredaran darah terasa lancar.
Sementara itu sebagai obat luar, seledri merupakan bahan penyubur rambut dan penyegar yang bagus untuk menjadikan kulit muka berminyak menjadi lebih kering dan normal dan menghilangkan iritasi di wajah.
Untuk mendapatkan penyegar dari seledri ini sangat mudah. Cucilah segenggam daun seledri, kemudian masukkan ke dalam wadah dan tuangi air mendidih. Biarkan selama seperempat jam sampai tercium harum seledri. Simpan di dalam lemari es sampai akan digunakan.
Cara menggunakannya, bersihkan wajah Anda, lalu oleskan merata ke seluruh muka dengan penyegar seledri dan biarkan sebentar baru wajah Anda dibersihkan dengan air bersih.
Ki Suta ingatkan, bagi mereka yang di dalam air seninya mengandung zat putih telur, sebaiknya jangan mengonsumsi seledri karena akan memperburuk kondisi kesehatan Anda. (Ki Suta)***

Jumat, 22 April 2011

Libur Panjang Pantura Macet


KARAWANG, (PRLM).- Volume kendaran di jalur Cikampek, Kabupaten Karawang ke arah Kab.Subang dan Cirebon mengalami kenaikan hingga menyebabkan kemacetan hingga sekitar sepuluh kilometer. Naiknya volume kendaran tersebut dipicu akibat llibur panjang Hari Raya Paskah, Jumat (22/4).
Kendaran yang menumpuk sebagian besar kendaraan pribadi dari arah Jakarta menuju ke Cirebon atau Jawa Tengah. Konsentrasi kendaaraan dirasakan pengguna jalan sejak keluar Tol Cikampek hingga Simpan Jomin.
"Dari keluar Tol Cikampek hingga ke Simpang Jomin saya hanya mengendari mobil dengan kecepatan 5 km per jam, karena memang kendaraan berjalan padat merayap," ucap Budi (35), salah seorang pengguna jalan.
Joni mengatakan untuk melintas dari Simpang Jomin hingga Pangulahan saja membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. "Padahal jika hari biasa ditempuh dnegan kecepatan sekitar 60 km per jam saja bisa ditempuh duapuluh hingga tigapuluh menit perjalana," ujarnya.
Tidak hanya kendaraan pribadi, kemacetan juga diperparah dengan banyaknya truk pengangkut barang yang menggunakan jalur pantura sebagai jalur utama akses pengiriman barang. Selain itu, truk-truk yang berhenti dipinggir jalan hanya untuk beristirahat justru semakin mempersempit lebar jalan dan memperparah kemacetan karena menyebabkan laju kendaraan menjadi tersendat. Sementara di Pertabatas Karawang-Subang di berlakukan jalur satu arah karena ada perbaikan jalan
Dari pantuan "PRLM", akibat penumpukan kendaraan hingga menimbulkan kemacetan total, terlihat beberapa petugas kepolisian dari Dilantas Polres Karawang kewalahan mengatur lalu lintas kendaraan. "Penumpukan di mulai dari gerbang tol Cikampek ke Simpang Jomin, dan Simpang Jomin ke jalur pantura ke Cikalongsari hingga Cirebon," ujar salah seorang petugas Dilantas Polres Karawang,Bripda Yoga. (A-186/A-26).***

Rabu, 13 April 2011

Santapan Saat Daya Tahan Tubuh Rendah


KOMPAS.com -  Selain suplemen, ada cara lain untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Manfaatkan bahan alami seperti bawang putih, jamur shitake, kacang brasil, alpukat, dan jeruk bali.
Pemanasan global tanpa disadari memberikan dampak nyata, yakni kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Cuaca panas bisa mendadak berubah menjadi mendung bahkan hujan, begitu juga sebaliknya.
Kondisi inilah yang membuat imunitas tubuh menjadi rendah alias menurun. Jika daya tahan menurun, tubuh akan mudah terserang penyakit. Terlebih bagi mereka yang terkurung dalam ruang ber-AC atau pekerja lapangan yang terpapar udara bebas. Dalam kondisi daya tahan tubuh menurun itulah radikal bebas sebagai agen infeksi maupun racun akan mudah menembus pertahanan tubuh.
Sebagian orang menyikapinya dengan mengonsumsi multivitamin. Harapannya, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Pertanyaan berikut yang muncul, apakah itu efektif? Tentu saja sangat relatif karena harus didukung oleh kesadaran untuk memilih hidup sehat seperti mengatur pola makan dan istirahat cukup.
Tak ada yang salah dengan pemanfaatan multivitamin. Namun, ada baiknya Anda mulai mempertimbangkan cara lain yang lebih alami guna mengatasi penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, yakni memanfaatkan khasiat bawang putih, jamur shitake, kacang brasil, alpukat, dan jeruk bali.
Seorang pencinta bahan pangan organik dari Singapura, Andrew Behrendt, dalam tulisannya Solution For Low Immunity, menjelaskan bahan alami tersebut mampu memberi pasokan mineral, vitamin A, B, C, dan E, serta asam lemak esensial. Kelima bahan tersebut terbukti mampu menjadi turbo boost atau pendongkrak kekebalan tubuh melawan demam dan flu karena perubahan cuaca.
Berikut kelima jenis bahan alami tersebut:
1. Bawang Putih
Bumbu dapur ini sumber alami antimikroba dan jamur. Bawang juga dapat merangsang tubuh memproduksi sel darah putih yang bermanfaat untuk melawan bakteri merugikan. Komponen utama yang bermanfaat bagi kesehatan dalam bawang putih disebut allicin.
Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, sebaiknya biarkan bawang putih terpapar udara bebas selama 10 menit sebelum dicampurkan ke dalam masakan. Jika akan dimakan langsung atau dikunyah, sebelumnya cuci lalu bersihkan kulit lapisannya dan pilih yang masih segar.
Untuk menetralkan bau mulut setelah mengonsumsi bawang putih, Anda dapat mengunyah peterseli segar (daun campuran sup). Sementara untuk menghilangkan bau di tangan, Anda dapat menggosok tangan dengan sedikit lemon.
2. Jamur Shitake
Jamur ini berbentuk seperti payung, warnanya berkisar dari cokelat sampai cokelat tua. Memiliki rasa yang kuat dan mengandung lentin yang mampu memicu produksi interferon, pelawan virus dan bakteri yang mampu melemahkan daya tahan tubuh. Beberapa studi di Penn State University, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa jamur ini mengandung 40 kali antioksidan yang terdapat pada gandum. Kemampuan jamur ini telah membuat para ilmuwan tertarik untuk memanfaatkannya sebagai bahan penambah daya tahan tubuh.
Dibandingkan dengan jamur maitake, jamur ini lebih tahan lama karena bisa bertahan sampai 14 hari berada dalam kantong kertas atau disimpan dalam lemari es. Shitake bisa dimanfaatkan untuk segala jenis masakan, tetapi biasa digunakan sebagai campuran sup atau pasta.
3. Kacang Brasil
Kacang brasil mengandung mineral selenium yang berperan dalam mencegah demam. Dibandingkan dengan kacang lainnya, kacang brasil selain memiliki kandungan selenium tinggi, juga kaya nutrisi penting seperti magnesium, zat besi, vitamin E, glutathion, dan zinc.
Untuk mendapatkan manfaatnya Anda bisa merebus kacang ini atau mengonsumsinya sebagai campuran makanan.
4. Alpukat
Alpukat sejauh ini menjadi salah satu buah favorit untuk menangkal gejala flu. Kandungan vitamin E-nya mampu menetralkan radikal bebas dan menekan risiko infeksi, sedangkan vitamin B-nya membantu produksi antibodi secara alami. Kandungan omega-6, asam lemak esensial dalam alpukat, juga bermanfaat untuk meredakan radang. Beberapa penelitian membuktikan buah ini mampu meningkatkan sistem imun dan dapat dikonsumsi siapa pun.
Untuk memanfaatkan buah ini relatif mudah, sebagai campuran minuman sari buah atau dijus langsung tanpa gula ditambah sedikit es.
5. Jeruk Bali
Kandungan betakaroten, folat, dan potasiumnya menjadi komponen penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh. Buah ini juga berpotensi sebagai “alat” detoksifikasi karena mengandung antioksidan tinggi, yakni 350 mikrogram vitamin C per 100 gram daging jeruk.
Kandungan vitamin C ini sangat baik untuk sumber antioksidan. Bahkan, para perokok dianjurkan mengonsumsi jeruk bali paling tidak dua "siung" (helai dalam buah) setiap hari.
Untuk memanfaatkannya, ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya. Masukkan ke dalam blender, campur dengan air secukupnya. Jika suka, tambahkan satu sendok madu atau buah lainnya seperti mangga atau pir. Cara lain, siapkan satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya dan 1 cm jahe kupas. Masukkan bahan-bahan tersebut ke blender dengan ditambah sedikit air atau tidak sama sekali sesuai selera.
Untuk campuran salad, ambil 200 gram pepaya, 200 gram apel, 200 gram nanas, 200 gram melon (semuanya dipotong dadu), dan jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya lalu dipotong-potong sesuai selera. Tambahkan juga stroberi dan kiwi untuk hiasan. Siapkan juga bahan 
dressing, campuran alpukat yang telah diblender halus dengan mayones.
Tabloid Gaya Hidup SehatTambahkan empat sendok madu pengganti pemanis, kocok dengan mikser sampai rata, beri air secukupnya lalu aduk rata. Selanjutnya, bahan buah segar diatur dalam mangkuk atau piring, kemudian disiram dengan dressing. @ Lalang Ken Handita